Perut Rata ala Perempuan China

Perut Rata

KOMPAS.com – Tubuh yang sehat tidak hanya sekadar langsing, karena langsing pun bisa saja menyimpan penyakit. Agar Anda ramping dan sehat, coba tiru pola makan orang China.

Mereka cenderung mengonsumsi makanan yang dapat menghilangkan racun-racun di dalam tubuh (detoksifikasi), dan mengembalikan keseimbangan pada tubuh. Kalau Anda minum teh hijau atau air panas dengan perasan jeruk lemon pada pagi hari, sebenarnya Anda sudah menerapkan cara detoksifikasi ala China.

Daripada menerapkan diet ketat untuk menurunkan berat badan, lebih baik Anda mengubahnya dengan pola makan yang bersifat membersihkan tubuh dan pikiran. Hasilnya, perut jadi lebih rata, kulit lebih bersih, energi meningkat, dan tidur pun lebih nyenyak. Efeknya pun tidak hanya sementara; jika Anda membiasakan pola makan seperti ini Anda bisa mendapatkan manfaatnya dalam jangka panjang.

Minuman teh untuk detoksifikasi

Ada beberapa jenis teh yang disebut-sebut berkhasiat untuk membersihkan racun dari dalam tubuh. Teh herbal ho yan hor yang dipopulerkan oleh Dr Ho Kai-Cheong dikenal dengan kemampuannya menyembuhkan penyakit flu dan meringankan sakit kepala.

Teh ini dibuat dari campuran 24 macam herbal pilihan dari China, yang masing-masing punya nutrisi dan manfaat penyembuhan tersendiri. Kaya akan antioksidan dan sifat diuretik yang ringan, teh ho yan hor cocok diminum pagi hari untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Manfaat lainnya adalah membuat kulit berkilau dan meningkatkan energi.

Pilihan lain adalah teh oolong, yang sering disebut mampu meningkatkan pembakaran lemak hingga 10 persen. Mengonsumsi dua cangkir teh oolong sehari selama masa detoksifikasi bisa membantu membersihkan sistem tubuh Anda. Sedangkan teh hijau yang mengandung jenis antioksidan yang disebut katekin, mampu membersihkan racun-racun dari sistem melalui cairan, dan meningkatkan fungsi liver.

Jahe, bawang putih, pak choi

China punya banyak makanan “super” yang bermanfaat bagi kesehatan. Ada mi vermicelli yang dibuat dari tepung kacang hijau yang kaya antioksidan, dan bisa menjadi alternatif untuk mi rendah kalori.

Sayuran hijau seperti pak choi juga termasuk salah satu makanan detoks yang kaya akan vitamin A dan C, dan antioksidan. Manfaatnya adalah membantu menyehatkan sistem pencernaan. Anda juga bisa mencoba biji wijen, yang mampu melindungi sel-sel liver dari efek kerusakan akibat konsumsi alkohol atau bahan kimia lainnya. Selain menjadi pilihan baik untuk membersihkan tubuh dari racun, wijen juga bisa jadi penambah citarasa masakan.

Jahe dan bawang putih termasuk bumbu wajib dalam masakan China. Jahe punya khasiat meredakan gangguan pada pencernaan seperti mual, karena punya bahan antiperadangan alami yang diperkaya dengan antioksidan. Anda bisa menikmati jahe dengan menyeduhnya di dalam teh, sebagai bumbu tumisan, atau menjadikannya acar.

Bawang putih dikenal dengan kemampuannya mengatur kadar gula darah, membantu detoksifikasi alami dari nikotin dan racun-racun lain. Selain itu, bawang putih juga mampu mengurangi stres, lho! Campurkan bawang putih yang sudah digeprek ke dalam semua masakan, atau tambahkan ke dalam masakan yang siap disajikan untuk memberikan manfaat antibakterinya.

Seimbangkan yin dan yang

Semua makanan pada dasarnya memiliki yin dan yang; tergantung apakah makanan tersebut menghasilkan sensasi memanaskan (makanan “yang”) atau mendinginkan (makanan “yin”) pada tubuh. Sensasi ini tidak ada hubungannya dengan rasa makanan, atau bagaimana cara memasaknya, namun lebih pada sifat makanannya.

Makanan yang memanaskan cenderung manis, yang tumbuh di bawah terik matahari, atau mengandung banyak lemak baik, seperti cokelat, kacang walnuts, wortel, bawang merah, bawang putih, jahe (kualitas “yang” tertinggi), brokoli, kubis (sedang), dan ketela, ubi (rendah).

Jenis daging merah seperti daging sapi, kambing, kelinci, merupakan makanan dengan kualitas “yang” yang terkuat, sementara daging ayam, burung, atau bebek memiliki kualitas “yang” sedang. Produk olahan susu seperti keju, yogurt, juga mentega, memiliki unsur “yang”.

Sedangkan makanan yang mendinginkan tumbuh di bawah sedikit cahaya matahari, cenderung asin, kaya kalium, dan memiliki tekstur yang lembut dan basah seperti pisang, tiram, dan rumput laut. Jenis sayuran yang memiliki unsur “yin” antara lain terong, tomat, zucchini, dan mentimun, karena kandungan airnya yang tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan “yang” bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, rona kulit yang tidak rata, bahkan mudah marah. Sedangkan mengonsumsi makanan “yin” berlebihan bisa mengakibatkan Anda mudah terkena flu, diare, lesu, kulit cenderung lembab, dan merasa depresi.

Untuk menyeimbangkan pola makan Anda, konsumsi setidaknya tiga macam makanan “yang” dan dua macam makanan “yin”.

Sumber : Kompas.Com

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s