Isteri Sejatiku

Istriku…
di batas terjauh pandanganku
ternyata engkau adalah mutiara itu
pengembaraan melelahkan ini
telah menuai kasih termurni
bentang jarak meretas sukma
selimut waktu membangun rindu
sebab sejarah hanyalah limbah
menyisakan fatamorgana

kaki ini telah membatu
retak oleh dahaga kehidupan
pengalaman itu sudah tertulis
jauh sebelum jiwa ini terdampar

Istriku….
merah jingga lembayung tertutup kabut
hitam gelap merana memancing embun
tengadahkan wajahmu ke langit
ketulusan cinta memompa cahaya
seperti petromax yang memecah kesendirian

biarkanlah udara dingin memelukmu
rasa berat dan ketakutan hanyalah kegelapan
petiklah ketangguhanmu pada kesabaran
karena nafas lelah penantianmu
telah mengalami pemurnian

bentang sutera membangun mahligai cinta
perkawinan ini telah menembus batas jarak dan waktu
kuatkanlah pelukanmu pada diriku yang murni
sepuluh orang ditelan kematian
seratus orang ditelan kebutaan
seribu orang ditelan kealpaan

Hanya kitalah yang tidak mati, tidak buta dan tidak alpa
Kerajaan kita telah menjadi nyata…!!!
Karena badan kita adalah rohani kita.

——————
Ahmad Baihaqi
Palembang, 22 Mei 2012 M./1 Rajab 1433 H.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s