Tips Menarik Buat Para Ibu Baru

Jadilah Ibu Baru Yang Unik!

Saat bayi lahir, banyak hal baru satu persatu muncul dalam hidup Anda. Dalam kebingungan, panik dan kelelahan, banyak ibu baru tanpa disadari justru menemukan cara unik untuk meredakan tangis bayi, dan membuatnya tidur pulas. Temukan keunikan Anda!

Misalnya, menyalakan vacuum cleaner di samping tempat tidur bayi. Atau, menidurkan bayi di stroller di dalam kamar mandi, diiringi suara kipas angin kamar mandi, seperti yang dilakukan Susan Besze Wallace, penulis buku “The New Mom’s Guide to Finding Your Own Mothering Style.” Aneh, memang. Tapi semua itu  adalah bagian dari rangkaian proses belajar yang panjang untuk menjadi seorang ibu yang baik. Dan jadilah ibu yang unik!

Temukan keunikan Anda.

Sejak bayi lahir, Anda akan kebanjiran nasihat, saran, serta tips agar menjadi ibu yang pintar. Menghadapi 1001 nasihat tersebut, cobalah Anda bersikap open mind, namun tetap melakukan penyaringan informasi. Sebab, nasihat-nasihat itu belum tentu cocok untuk bayi Anda. Bayi Anda unik, begitu juga Anda! Tantangan Anda sebagai ibu baru adalah menciptakan dan mengembangkan sendiri cara perawatan dan pola pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan serta kepribadian bayi Anda.

Dalam bukunya, Susan memberikan beberapa kiat untuk membantu Anda menemukan keunikan Anda, yang dapat menjadi bekal dalam menjadi seorang ibu yang baik. Caranya, tanyakan pada diri sendiri.

  1. Apa saja cara perawatan dari orang tua, khususnya ibu, dan ibu mertua Anda, yang menurut Anda bisa diwariskan kepada anak? Beberapa hal mungkin bisa Anda terapkan.
  2. Apa bentuk pola asuh yang ingin Anda terapkan kepada anak? Banyak hal yang Anda alami di masa kecil, yang mungkin ingin Anda perbaiki sehingga tidak lagi dialami maupun dirasakan oleh anak.
  3. Apakah Anda cukup percaya diri menjalani peran sebagai ibu? Bila belum, jangan sungkan bertanya kepada ibu, ibu mertua, kakak perempuan, sahabat, juga kepada dokter anak Anda. Naluri keibuan butuh  waktu dan proses untuk berkembang.
  4. Sadarkah Anda bahwa bentuk hubungan Anda dan pasangan jadi berubah? Ini wajar, karena Anda sekarang adalah seorang ibu, dan pasangan Anda sekarang adalah seorang ayah. Bukan hanya hubungan dengan pasangan, hubungan Anda dengan teman pun berubah. Secara alami Anda akan butuh teman-teman sesama ibu baru maupun ibu yang sudah lebih berpengalaman, untuk belajar menjadi ibu yang baik.

Tak perlu heran, bila setiap hari, cara pandang, intuisi, pengetahuan serta wawasan Anda akan terus berkembang. Sejalan dengan bertambahnya umur bayi, Anda akan semakin pintar memadukan semua pengetahuan yang Anda punyai untuk merawat bayi, sisi-sisi terbaik diri Anda dan naluri keibuan Anda untuk menciptakan gaya perawatan dan pengasuhan unik yang betul-betul khas diri Anda. Pengasuhan unik ciptaan Anda inilah yang paling tepat bagi bayi Anda.

9 Nasehat (yang Salah) untuk Ibu Baru

Setelah melahirkan, ibu bukan hanya banjir hadiah. Banjir nasehat pun menghadang! Dari nasehat perawatan yang masuk akal sampai nasehat yang hanya didasarkan mitos dan bukan fakta atau realita.

Nasehat 1: Ibu harus serba bisa. Bukan ibu yang baik kalau mengaku, menjalani ibu itu sulit.

Idealnya, menjadi ibu itu perlu kesabaran, penuh kasih sayang dan pengertian. Tapi menjadi ibu adalah sebuah proses dan Anda tak mau gagal di kesempatan pertama jadi ibu. Setiap ibu perlu kesempatan untuk belajar dan menyadari perannya secara bertahap. Jadi tidak tepat jika ada yang mengatakan pada Anda, Anda harus sempurna dan siap jalan peran ibu tanpa keluhan sepulang dari rumah sakit.  Mulailah dengan mengaku pada diri sendiri: “Saya tidak sabar menghadapi tangis bayi”. Atau, apa saja yang Anda anggap sebagai tantangan jadi ibu baru. Dari situ, lakukan sesuatu untuk belajar lebih sabar, atau “tebal” telinga hadapi tangis bayi. Kalau memang sulit diatasi sendiri, cari bantuan!

Nasehat 2: Menyusui sangat mudah dan secara alami bisa dikuasai semua ibu baru.

Bingung mengapa ASI belum keluar juga setelah melahirkan?! Memang yang akan keluar pertama kali adalah cairan kuning bening yang disebut kolostrium. Ada rangkaian proses yang harus dilalui agar produksi ASI lancar dan banyak. Termasuk menghadapi rasa sakit ketika bayi pertama kali menghisap ASI dari puting susu. Serta terus menyusui si kecil sejak hari pertama. Supaya proses belajar kongkrit, sebelum melahirkan belilah video bertema pemberian ASI pertama kali. Lalu ”program”-lah di kepala Anda, apa pun yang Anda rasakan juga dirasakan bayi. Anda pasti ingin si kecil bahagia merasakan ASI hangat dari Anda. Jadi nikmati dan tersenyumlah!

Nasehat 3: Sesama ibu yang baru melahirkan akan jadi teman terbaik Anda.

Seperti juga Anda, ibu baru lainnya juga tak ingin dicap orang tua yang tidak becus. Jadi ketika bertemu sesama ibu baru, ibu baru saling menutupi kekurangan dan tidak mau mengakui kesulitan yang dihadapinya. Nampaklah seperti sebuah kompetisi. Terima saja kenyataan bahwa sesama ibu baru tidak mau ”diusik” seputar kemampuan mereka jalani peran ibu. So … abaikan membandingkan bayi Anda dengan bayi lainnya. Mengobrollah tentang hal-hal yang ringan dan menghibur.

Nasehat 4: Anda bisa dapat semua jawaban dari ahlinya.

Jika Anda tak tahu cara tepat mengobati kolik bayi baru, segeralah menghubungi dokter anak. Tapi Andalah yang paling tahu momen tepat menghubungi dokter. Tentu Anda tak akan buru-buru telefon hanya karena si kecil gumoh. Intinya, gunakan kemampuan ”membaca” situasi. Tak jarang, pelukan dan tatapan hangat Anda saja sudah bisa ”mengobati” tangis bayi. Cari informasi dan hayati pengalaman demi pengalaman. Seandainya intuisi Anda suatu saat meleset, tak masalah juga. Seiring waktu, Anda pasti akan dapat ”kunci” cara membaca realita dengan tepat.

Nasehat 5: Semua ibu bisa mengurus bayinya sendiri

Paskakelahiran Anda seharusnya memang istirahat, sekaligus ”berkenalan” dengan bayi melalui ritual bangun malam, menyusui, tidur dan bangun lagi. Terima saja ini dan bersabarlah. Anda tentu tak perlu segan minta bantuan ayah, nenek atau pengasuh, sebab Anda pasti perlu makan, istirahat sejenak dan .. sedikit mempercantik diri.

Nasehat 6: Bonding berkembang secara alami

Tak semua ibu ”sadar” hubungan emosi harus dibangun. Meskipun 9 bulan bayi ada dalam rahim Anda namun kedekatan dan kelekatan harus terus dipupuk. Manfaatkan momen babymoon. Bulan pertama bersama bayi adalah masa penting perkenalan Anda dengan bayi. Meskipun Anda menggunakan tenaga pengasuh, biarkan ia mengambilalih hal-hal kecil yang kurang penting, seperti mencuci peralatan bayi. Urusan menidurkan bayi adalah ”jatah” Anda.

Nasehat 7: Hubungan seks dengan suami rasanya seperti dulu lagi

Akuilah, Anda mengalami lelah dan penat setelah melahirkan. Tak hanya karena tubuh rasanya seolah habis ”turun mesin” tetapi ritual bangun malam beberapa kali pastilah membuat Anda terkejut di minggu-minggu. Boro-boro memikirkan hubungan intim dengan suami, bisa tidur tenang 1 jam saja sudah bagus! Tak perlu terburu-buru menampik ajakan suami! Mulailah dengan mengobrol ringan dengan suami. Ssst kata sebuat riset … obrolan ringan yang hangat bisa jadi foreplay yang hebat.

Nasehat 8: Tubuh ibu yang baru melahirkan adalah milik bersama

Benar! Payudara Anda kini milik bayi Anda juga. Mengatur makan dan minum kini harus mempertimbangkan kebutuhan bayi yang sedang Anda susui. Anda merindukan tubuh Anda yang dulu? Sabar .. ya. Saat ini Anda hanya bisa memanfaatkan tubuh untuk keperluan ”Anda” yang sejalan dengan kepentingan bayi. Selama olahraga yang Anda lakukan membantu meningkatkan produksi ASI, tentu boleh Anda lakukan. Sejauh spa atau lulur bisa memanjakan dan merilekskan Anda setelah melahirkan, sampai akhirnya produksi ASI membludak … lakukanlah!

Nasehat 9: Tanggalkan hobi dan kesenanganmu! Anak adalah segalanya

Sebulan sampai 40 hari pertama bersama bayi, Anda mungkin masih perlu belajar dan banyak tinggal di rumah. Apalagi jika akan bekerja lagi, Anda harus mengawasi pengasuh dan mengatur pendelegasian perawatan bayi. Tapi di bulan-bulan selanjutnya, Anda harus menghirup udara segar! Bagaimana pun Anda perlu lepas sejenak dari rutinitas. Ini tak berarti Anda ibu yang kejam. Buatlah janji makan siang bersama teman sesama ibu, sementara itu titipkan si kecil kepada suami atau pengasuh ataupun nenek yang didelegasikan untuk membantu Anda. Nikmati tawa dan canda sejenak, lalu kembalilah dengan pikiran yang segar dan hati yang gembira.

Yang Patut Dihindari Ibu Baru

 Menjalani peran baru sebagai ibu tidaklah mudah. Ada saja hal-hal yang semestinya tak dilakukan tapi terjadi.

Menjadi orang tua amat membahagiakan sekaligus membuat Anda gugup. Dibalik rasa bahagia, berputaran pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana saya menjalani peran baru ini? Apa yang harus saya lakukan dalam merawat bayi?.

Sebagai ibu baru, Anda tentu ingin melakukan yang terbaik buat bayi Anda. Namun, secara tak sadar, Anda kerap melakukan hal-hal yang mestinya bisa Anda hindari. Berikut ini hal yang biasa dilakukan ibu baru. Jangan tiru, hindarilah!

Terlalu mendengar nasihat orang lain.

Dalam minggu-minggu pertama sebagai ibu baru, Anda merasa gugup. Anda memerlukan betul masukan dari orang-orang di sekitar yang Anda kenal baik. Orang-orang di sekitar Anda pun cenderung memberi nasihat kepada orang tua baru seperti Anda. Ibu mertua, wah ini dia, mungkin menasihati agar Anda sebaiknya tidur dengan bayi Anda. Sebaliknya, kakak kandung Anda melarangnya. Anda pun bingung dibuatnya.

Mengharap pasangan mengerti kelelahan Anda.

Setelah hari yang panjang dalam merawat anak (menyusui, menggendong, mengganti popok dan sebagainya), Anda merasa semestinya pasangan mengerti kelelahan Anda. Anda tampaknya perlu sepakat dengan pasangan untuk berbagi tugas dalam mengurus bayi. Jangan pula lupa menyempatkan pergi berdua untuk lebih mendekatkan hubungan Anda dan pasangan.

Berkorban tiada batas.

Menyediakan waktu untuk diri sendiri perlu bagi ketenangan jiwa. Memang, Anda wajib merawat bayi yang masih amat tergantung pada Anda. Tapi bukan berarti Anda tak boleh melakukan hal lain yang menyenangkan. Misalnya, menelepon teman lama atau keluar rumah untuk berbelanja atau berolahraga.

Tidak percaya pasangan dapat merawat anak.

Melihat suami memandikan bayi, mungkin terbersit rasa khawatir. Bisa enggak sih dia mandiin anak? Anda merasa lebih punya hak dan lebih terampil dalam mengasuh anak. Daripada memberi kritik, memberi perintah atau mendekat setiap kali suami merawat anak, lebih baik biarkan pasangan melakukannya sendiri. Mengasuh bayi berdua tentu lebih menguntungkan daripada sendiri.

Cepat cemas.

Wajar saja jika bayi kadangkala tertular penyakit ringan seperti batuk, diare, dan demam. Hal ini tak perlu membuat Anda cemas berlebihan, seakan ia terserang penyakit yang tak dapat disembuhkan. Sebaiknya, sadari bahwa orang tua tidak dapat mengontrol semua kehidupan anak. Ia sakit bukan berarti Anda lalai mengurusnya. Yang penting dilakukan, belajarlah dari setiap kondisi yang Anda hadapi, jangan panik, santai saja.

Membandingkan anak Anda dengan anak lain.

Ingatlah bahwa setiap anak berbeda. Sebaiknya jangan pernah membanding-bandingkan kecerdasan atau pertumbuhan anak Anda dengan anak orang lain. Masing-masing bayi berkembang sesuai kematangannya. Sepanjang pertumbuhannya masih berada di skala normal (yang bisa dilihat di Kartu Menuju Sehat), Anda tak perlu cemas.

Tidak tidur siang.

Mungkin Anda sering mendengar nasihat ini: tidur siang saat bayi juga tidur. Ini benar! James Maas, Ph.D , penulis Power Sleep , menyebutkan bahwa orang tua baru kehilangan waktu tidurnya sebanyak 400 – 750 jam dalam 1 tahun pertama usia anaknya. Istirahat yang cukup membuat jiwa dan pikiran lebih tenang. Ini pun dapat membuat Anda lebih santai mengasuh bayi

Membuang uang untuk keperluan anak.

Melihat lucunya anak, rasanya Anda ingin mendandaninya setiap waktu. Tak sadar, Anda menghabiskan uang untuk membeli keperluan anak seperti baju, sepatu, dan topi. Jika ingin belanja keperluan bayi, lebih baik Anda bertanya pada orang tua lain yang lebih berpengalaman. Mereka bisa memberitahu, misalnya, jangan terlalu banyak membeli baju karena badan bayi toh bertumbuh terus.

Kehilangan waktu berharga.

Di tahap awal kelahiran anak, Anda mungkin berpikir. Anda tak mungkin melupakan saat-saat membahagiakan ini. Ternyata, begitu disibukkan oleh segala urusan perawatan bayi, Anda seperti lupa waktu. Hari-hari berlalu begitu cepatnya. Tiba-tiba anak sudah mau masuk sekolah. Anda menyesal, mengapa tak menyimpan memorabilia? Karena itulah, Anda harus membuat jurnal perkembangan anak. Atau juga menyimpan foto-fotonya dalam album, menyimpan potongan rambutnya, dan sebagainya. Dengan begitu, kenangan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak dapat Anda buka kembali suatu hari kelak dengan penuh kebahagiaan.

Kesalahan Ibu Baru

Inilah kesalahan yang sering dilakukan para ibu baru. Mari direvisi, karena Bunda juga manusia.

  • Sibuk membandingkan. Saat bertemu bayi lain, ibu baru sering tergoda mencari tahu tentang bayi lain lantas membandingkannya dengan bayinya. Sebaiknya stop membandingkan, karena setiap bayi adalah unik dan berbeda. Beberapa anak bisa bicara cepat, sementara  yang lain lambat. Ada anak cepat merangkak, sementara yang lain langsung bisa berdiri.
  • Meletakkan aneka benda di tempat tidur. Niatnya ingin membuat bayi nyaman di boks tempat tidurnya, sekaligus ia  terstimulasi sejak dini. Jadilah bantal-bantal, selimut, mainan diletakkan di dalam boks. Tapi sadarkah bahwa semua itu membuat pernapasan bayi tetutup? Sebaiknya pilih benda yang benar-benar  diperlukan bayi saja, seperti selimut dan bantal dan jauhkan dari kemungkinan menutupi wajah bayi.
  • Lupa mengurus diri. Banyak ibu merasa senang dan puas jika bisa mengasuh bayi dengan baik. Namun ibu sering lupa: mengurus dirinya sendiri! Sebaiknya sempatkan selalu untuk istirahat dan tidur. Tetap konsumsi makanan sehat dan bergizi.  Perhatikan pula penampilan dan sempatkan berolah raga.
  • Tidak melibatkan suami. Karena semua perhatian tertuju pada  bayi dan ibunya, seringkali ayah terabaikan. Kondisi ini sering menjadi pemicu awal ketidakharmonisan. Sebaiknya libatkan ayah dalam pengasuhan. Ayah  bisa mengganti popok,  memandikan, memakaikan baju, mengajak main dan menemaninya ke dokter.
  • Menetapkan jadwal tidur ketat. Karena alasan sudah waktunya bayi tidur, Anda memaksa meletakkan bayi di boksnya, padahal ia tidak mengantuk. Bayipun marah karena ia masih ingin bersama. Anda pun dibuat kesal karena bayi seakan tak mau tidur. Sebaiknya tak perlu terlalu ketat mengatur tidurnya dan jangan kesal jika bayi tidur saat menyusu.  Memang, umumnya bayi baru tidur setiap 2-3 jam, namun ia akan mengalami perubahan tidur karena perkembangan tubuhnya dan growth spurts di usia 3 bulan pertama.
  • Berusaha menjadi supermom. Jauhkan pikiran bahwa Anda bisa mengurus bayi sendirian sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah.  Sebaiknya minta bantuan orang lain untuk  memasak, mencuci baju dan membersihkan rumah.  Melibatkan orang lain tidak hanya bagus untuk Anda, tapi juga bayi –karena ia akan belajar berinteraksi dengan orang lain selain orangtuanya.
  • Menganggap bayi kurang makan. Setiap kali bayi menangis, Anda memberinya susu. Anda selalu mengira,  bayi menangis karena lapar atau kurang  makan. Sebaiknya belajar memahami arti tangisnya. Ia bisa menangis karena  bosan, lelah, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman, over-stimulasi, atau lapar!
  • Tidak percaya diri. Ingin menyusui namun Anda tidak yakin benar atau  tidak cara meletakkan bayi di payudara.  Mau memandikan bayi, merasa gamang dan takut. Mendengar nasihat dari orangtua, mertua dan teman-teman, Anda pun makin bingung dan makin tidak pede.  Sebaiknya afirmasidiri sendiri bahwa Anda ibu baru yang percaya diri dan bunda yang penuh pengetahuan. Dapatkan informasi dari sumber terbaik: dokter anak, psikolog, Ayahbunda dan komunitas sesama ibu baru. Bangun bonding yang kuat dengan bayi agar semakin tahu kebutuhan bayi dan Anda pun makin percaya diri mengasuhnya. (me)

 Sumber : Ayahbunda.co.id

4 responses to “Tips Menarik Buat Para Ibu Baru

  1. Sebagai ibu yang sudah melahirkan 4 kali, saya bisa bilang tips-tips di atas wajib diikuti semua yang baru punya anak, baik si ibu maupun si ayah. Khusus poin tentang membanding-bandingkan anak dan membuang-buang uang untuk anak, saya ada artikel yang mungkin bisa jadi sekedar tambahan untuk postingan di atas: http://ojrak.com/tips/sebelum-anda-punya-anak/

    Btw, saya datang dalam rangka berkenalan dengan Anda yang sudah memperkenalkan diri di forum WordPress.com Indonesia. Salam kenal, dan happy blogging!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s