Air Mata Ini

Sayangku…
Sematkanlah mutiara ini di dadamu,
jagalah kilaunya,
ia ‘kan menerangi langkahmu ‘tuk menjadi kekasih-Nya..
Tak ada ruang dan waktu yang bisa membatasi ksh sayang-Nya.
Kebun kita telah menghijau,
memberikan mata air pada kesejukannya.
Keindahan ini telah mengenang masa lalu
saat kita duduk bersama…

Kekasihku…
Pakailah jubah kemurnian cinta ini,
semesta raya bersorak menyambut pagi…

Kekasihku…
Kerinduanku menyeruak,
melemparkan kesombongan dari batu tertulis…
Aku tersungkur, sujud dan lunglai tiada daya,
tak sanggup kubedakan rasa ini…
“…………………………………………?”

Sayangku…
Seperti udara,
kita melangkah menelusuri stiap pelosok yang kosong.
Membelai kegamangan pada hati gelisah, merana dan sengsara,
lantaran dilindas oleh mekanisme yang dibuatnya sendiri.

Sayangku…
Tiada keindahan yang melalap segala bentuk kesakitan,
kecuali cinta telah menjadi selimut,
kerinduan telah menjadi sayap,
dan kasih sayang telah terhampar sebagai mahligai pelaminan…

Air mata ini, kekasihku…
Memancar seperti mata air,
menggenangi kolam dibalik bebatuan kebun kita.
Ia sapa segala tetumbuhan,
riuh lembut sejuk meredam murka
hingga menggelorakan pertapaannya.

Sayangku…
Jangan gontaikan langkah kita…

 

byHaqq

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s