Air, Asal Mula Kehidupan

Kristal Air yang indah

Nama saya Zhao Yihong, saya berasal dari Tokyo, Jepang. Di sini saya akan berbagi dengan anda gambar-gambar yang mempertunjukkan keindahan dan misteri dari kristal-air.

Gambar-gambar dan penjelasannya dikutip dari buku-buku : “Pesan-pesan dari Air 1, 2” dan “Air Mengetahui Jawabannya” yang ditulis oleh Dr. Masaru Emoto, Ketua dari International Hado Membership (IHM).

Mengenai kristal-air, IHM telah melakukan beberapa eksperimen yang menakjubkan. Prosedur eksperimennya sebagai berikut :

A-1

A-2

A-3

Air yang akan diuji-coba diteteskan ke dalam 100 cawan Petri dan disimpan dalam mesin pembeku (gambar A1) selama 2 jam. Kristal-air yang telah membeku kemudian diletakkan di bawah kegelapan mikroskop dengan ujung es-nya dipotret dengan pembesaran 200 – 500 kali (gambar A-5 & A-6). Berikutnya, kristal-air yang beku ini kita sebut kristal.

A-4

A-5,         A-6

Aksara Mandarin untuk Air

Dalam laporannya mengenai foto ini, Dr. Emoto menerangkan bahwa ketika mengambil foto dari kristal-air, semua jenis air yang dalam proses meleleh menjadi air harus melalui kondisi yang ditunjukkan pada foto ini. Ketika air membeku, ia menjadi terkristalisasi. Pada saat persis sebelum ia kembali menjadi air (pada kondisi temperatur antara 5 derajat Celcius ke 0 derajat Celcius), ia membentuk suatu bentukan yang mirip dengan aksara Tiongkok untuk air. Mungkinkah orang pada jaman dahulu mengetahui ini dan membuat aksara mandarin untuk “air” berdasarkan informasi ini membuat pengkajian ulang tentang etimologi (ilmu tentang asal usul kata-kata) dari aksara Tiongkok pantas untuk dilakukan.

Dampak Lagu Terhadap Air

Kristal dibekukan setelah mendengarkan lagu Beethoven yang berjudul “Pastorale”, salah satu simfoni Beethoven yang terkenal. Simfoni ini bernada ceria, roman dan sukacita. Kristal ini membuktikan kenyataan bahwa musik yang baik berefek positif terhadap air.

Kristal yang dibekukan setelah mendengarkan lagu Chopin yang berjudul “Farewell Song” (lagu Selamat Berpisah). Dr. Emoto memberikan komentar dalam laporannya: “Saya tidak pernah begitu takjub sebelumnya, sampai saya melihat apa yang terjadi dengan kristal ini.” Apakah ia berbentuk begini karena ia terefek oleh lagu “Farewell Song”. Bentukan dasar dari kristalnya hampir secara sempurna terpisah-pisah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan telah menjadi terpisahkan satu sama lain. Kondisi pembesarannya di bawah mikroskop sama dengan foto-foto percobaan di atas lainnya.

Ada banyak ragam gambar-gambar dari kristal yang diperdengarkan oleh berbagai macam lagu, tetapi mari kita berhenti pada contoh-contoh di atas. Saya kira siapa pun yang melihat gambar-gambar ini untuk pertama kalinya tidak bisa menahan kagum atas manifestasi kemegahan dari air. Bagaimana kita bisa memahami bahwa jenis musik yang berbeda menyebabkan bentuk kristal yang berbeda ? Jawaban langsungnya bisa ditemukan di buku berjudul Zhuan Falun yang banyak membahas mengenai ilmu pengetahuan dan alam semesta: “Sepanjang sejarah, isu mengenai apakah materi menentukan pikiran atau sebaliknya telah secara terus menerus didiskusikan dan diperdebatkan dalam dunia filosofi. Sebenarnya, saya beritahukan pada anda bahwa materi dan pikiran adalah hal yang sama.” Wujud dari kristal-kristal di atas memang membuktikan bahwa materi dan pikiran adalah sama.

Percobaan Tentang Nasi

Sebuah eksperimen menarik yang dilakukan oleh seorang amatir yang mengatakan “Terima kasih” dan “Kamu bodoh” pada nasi setiap hari.

B-1

Eksperimen ini dilakukan pada nasi matang yang dimasukkan ke dalam 2 buah toples kaca yang sama persis. 2 orang anak SD, begitu mereka pulang dari sekolah, berbicara pada nasi setiap hari selama 1 bulan. Sebagai hasil, nasi yang diberi ucapan “Terima kasih” hampir terfermentasi dan mengeluarkan aroma yang harum serta berwarna kuning. Sedangkan nasi pada toples yang lainnya yang diomongi “Kamu bodoh”, menjadi hitam dan busuk. Mereka melaporkan bahwa baunya sangat menjijikkan tak terlukiskan. Laporannya mengatakan, “Ini bukanlah eksperimen yang dilakukan oleh sebuah institut riset, jadi hasilnya bisa saja kebetulan. Tetapi banyak orang telah melakukan eksperimen yang sama dan memperoleh hasil yang sama. Di sini, tidak hanya air tetapi mikroba kelihatannya juga terlibat. Mikroba sama seperti kita, mereka bekerja keras jika dipuji dan menjadi malas jika mereka didera. Kelihatannya dengan mengatakan “Terima kasih” dan “Kamu bodoh”, mikroba-mikrobanya telah menjadi kelompok mikroba yang menguntungkan dan kelompok yang merugikan.”

Tulisan yang Dipertunjukkan Terhadap Air

Berikutnya kita akan melihat beberapa foto yang diambil setelah tulisan dipertunjukkan terhadap air:

B-2A

B-2B

Hasil foto ini (foto B3) adalah setelah kata “Cinta/Syukur” (foto B2A) dipertunjukkan pada air. Pengarang menulis dalam laporannya, “Kami mengambil beberapa foto dari beberapa kristal dari sampel ini dan ini adalah kristal pertama yang terindah yang kami lihat. Memang, tidak ada yang lebih penting daripada cinta dan rasa syukur di dunia ini. Hanya dengan mengekspresikan cinta dan rasa syukur, air di sekeliling kita dan pada tubuh kita berubah menjadi indah. Tentu kita ingin menerapkan hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari bukan ?”

B-3

B-4

Kata-kata yang dipertunjukkan pada air (foto B2B) di sini adalah : “Kamu membuat saya jijik. Saya akan bunuh kamu.” Dalam laporannya tertuliskan: “Ini adalah kata-kata yang remaja sekarang sering gunakan. Oleh karenanya bentukan dari airnya adalah seburuk yang telah kami duga sebelumnya (foto B-4). Bentukkan kristalnya menyimpang, bersifat memohon dan berantakan. Sungguh-sungguh berupa image dari kata-kata : “Kamu membuat saya jijik” dan “Saya akan bunuh kamu.” Bahwasanya kita tinggal pada dunia di mana kata-kata seperti ini banyak digunakan sungguhlah menakutkan. Kita harus melakukan sesuatu dalam hal ini.”

Air yang Menonton TV

B-5
B-6
B-7

(Foto B-5) Air yang menerima gelombang elektromagnetik TV selama 4 jam.
(Foto B-6) Air suling yang tadinya diberi label “Cinta/Syukur” terpengaruh oleh gelombang elektromagnetik.
(Foto B-7) Air suling tanpa label (tanpa dipertunjukkan pada kata-kata) tetapi terpengaruh oleh gelombang elektromagnetik.

B-8

B-9

Air suling yg dipertontonkan pada video mengenai “Kehidupan” (foto B-8 dan foto B-9).

Pengarangnya menulis dalam laporannya, “Kami mencoba eksperimen yang berdasarkan bahwa ketika air menonton pada unit TV yang sama tetapi program yang berbeda akan menghasilkan hal yang berbeda. Dalam hal ini, bahkan air suling yang tanpa diberi label “Cinta/Syukur” menghasilkan kristal yang indah ini (foto B-8). Setelah melihat semua foto-foto ini, tidaklah sulit bagi kita untuk mengambil kesimpulan: apakah disajikan dalam huruf-huruf atau musik atau acara televisi, air menunjukkan kemampuan yang menakjubkan dalam hal menangkap pesan-pesan yang ada dibalik kondisi permukaan (TV / musik / huruf) tersebut dan bahkan bisa membedakan tingkat moralnya.” Bagaimana kita bisa memahami unsur spiritual yang misterius dari air di dalam hal ini ? Kembali, sebuah pernyataan dari buku Zhuan Falun memberi petunjuk pada kita, “Semua materi dalam alam semesta, termasuk semua substansi yang ada di alam semesta, adalah makhluk hidup dengan jiwa yang bisa berpikir, dan mereka semua adalah bentuk keberadaan dari Fa alam semesta pada tingkat-tingkat yang berbeda.” Bukankah hasil-hasil dari eksperimen-eksperimen di sini dengan jelas memberitahukan pada kita bahwa air memiliki kehidupan dan bisa membedakan kebaikan dan kejahatan ? Spiritualitas ini tidak hanya terbatas pada air tetapi dapat ditemukan pada substansi-substansi lainnya juga.

Pernyataan lain dalam Zhuan Falun akan membantu kita memahami prinsip umum dibalik materi-materi yang berbeda jenis ini. “Karakter yang paling fundamental dari alam semesta, Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar), adalah manifestasi tertinggi dari Fa Buddha. Ia adalah Fa Buddha yang paling fundamental. Fa Buddha termanifestasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada tingkat-tingkat yang berbeda dan merupakan penuntun yang berbeda pada tingkat-tingkat yang berbeda. Semakin rendah tingkatnya, semakin rumit. Karakteristik ini, Zhen-Shan-Ren, ada pada partikel-partikel mikrokosmis dari udara, batu, kayu, tanah, besi dan baja, tubuh manusia, dan juga semua materi.” “Karakteristik ini, Zhen-Shan-Ren, adalah kriteria pengukur baik dan buruk dalam alam semesta.” “Bagaimanapun berubahnya standar moral manusia, karakteristik dari alam semesta ini tidak berubah, dan merupakan kriteria satu-satunya yang membedakan antara orang baik dan orang jahat.”

Eksperimen-eksperimen di atas telah secara jelas menunjukkan pada kita bahwa semua substansi, termasuk Kristal-air, dapat membedakan baik dari jahat, dan mereka hidup.

IHM juga telah melakukan berbagai eksperimen yang menunjukkan bahwa air mempunyai kemampuan untuk merefleksikan kesadaran manusia dan dirubah olehnya. Dalam laporan eksperimennya Dr. Emoto menulis, “Sejauh ini, kami telah melakukan eksperimen-eksperimen menarik dengan mengekspos air terhadap musik, terhadap bahasa dan terhadap sebutan. Dan percobaan kami dalam mengekspos air terhadap bahasa telah memperoleh hasil yang lebih bagus daripada yang kita duga. Dengan hasil dari eksperimen-eksperimen ini, kami bisa mengambil hipotesa bahwa pesan-pesan dapat dikirimkan melalui “bentuk” seperti kata-kata dan gambar-gambar. Kami tidak menduga bahwa kristal bisa menunjukkan perubahan yang dramatis dan jelas. Kami menjadi lebih menyadari bahwa air menyimpan dan mengirim pesan-pesan. Oleh karena itu, kami tidak bisa menahan untuk tidak melangkah masuk dalam teritori dari kesadaran/pikiran-manusia. Kami ingin tahu “pikiran manusia” bisa menyebabkan perubahan yang bagaimana ?”
Sekarang mari saya berikan hasil dari eksperimen “pikiran manusia”-nya.

Dampak dari Gempa Bumi di Jepang

C-1

C-2

(Foto C-1) Air dari keran yang diambil dari Kobe langsung setelah terjadi gempa bumi dahsyat Hanshin-Awaji.
(Foto C-2) Air ini diambil dari tempat yang sama, tetapi 3 bulan kemudian.

Dalam laporannya Dr. Emoto menjelaskan: “Pada tanggal 17 Januari 1995, 3-hari setelah gempa bumi dahsyat Hanshin-Awaji yang terjadi di daerah Kobe, kami mengambil foto kristal dari air keran di Kobe. Sepertinya airnya menggambarkan ketakutan, kepanikan dan kesedihan yang mendalam dari orang-orang setelah mengalami gempa bumi. Kristalnya sungguh-sungguh hancur. Sebuah foto yang membuat orang gemetar. Kami bahkan merasa bahwa kami tidak bisa mempublikasikan ini karena kemisteriusannya yang mendalam. Tetapi, 3 bulan setelah itu . . . bantuan dan simpati dari seluruh dunia dikirimkan pada orang-orang di Kobe. Kristalnya memperlihatkan ekspresi dari perasaan prihatin dan mendoakan.” (foto C-1 & C-2)

Qi, Jiwa, Semangat dan Kasih Sayang

Eksperimen “pikiran manusia” lainnya dilakukan terhadap air keran dari Shinagawa – Tokyo.

C-3

C-4

(Foto C-3) Air keran yang langsung di-foto sebelum eksperimen “Qi, Jiwa dan Semangat Kasih Sayang.”
(Foto C-4) Air yang sama setelah menerima pikiran “Qi, Jiwa dan Semangat Kasih Sayang” yang dikirimkan oleh 500 orang.

Yang melakukan eksperimen ini mengirimkan surat pada 500 orang instruktur HADO di seluruh negri di Jepang (lulus dari sekolah HADO) dan mengajak mereka bekerja sama. Dia menginstruksikan mereka untuk: “Pada jam 2.00 siang pada tanggal 2 Februari 1997, saya akan meletakkan segelas air keran dari Shinagawa-ku di atas meja saya di kantor. Mohon kirimkan perasaanmu kepada air ini pada waktu yang bersamaan dari seluruh Jepang. Tentu saja, supaya air ini menjadi air yang bersih, mohon kirimkan “Qi, Jiwa dan Semangat Kasih Sayang” dan mengharapkan agar airnya menjadi air yang bersih. Terima kasih banyak.”

Dr. Emoto melaporkan, “Tentu saja, tidak ada perubahan secara fisik. Kami tidak mengharapkan hal itu terjadi, tetapi kami bisa melihat perubahan yang jelas dari kondisi airnya. Semua staff karyawan sangat terharu dan mereka hampir menangis karenanya. Kami sangat berterima kasih pada semua yang berpartisipasi dari seluruh Jepang. Kami mulai merasa bahwa pikiran manusia bisa dikumpulkan terlepas dari seberapa jauh mereka berada.” Dalam hal ini, kristal-air telah menampilkan dengan jelas pada kita bahwa pikiran manusia sebenarnya adalah substansi materi yang eksis, dan substansi ini bahkan bisa merubah lingkungan kita.

Walaupun eksperimen “pikiran manusia” ini bersifat revolusioner dan baru, kesimpulan yang diambil tidak begitu.  Hal ini sebenarnya pernah dibahas dalam suatu buku berjudul Zhuan Falun, yang banyak mengupas tentang ilmu pengetahuan. Penulisnya, Mr. Li Hongzhi telah menjabarkan sifat alami dari pikiran : “Sekarang ini, mereka yang mempelajari tubuh manusia telah menemukan bahwa aktifitas dari kesadaran manusia atau pikiran manusia bisa menghasilkan substansi. Pada tingkat yang sangat tinggi, kami menemukan bahwa ia memang merupakan substansi, tetapi substansi ini bukanlah bentuk dari gelombang otak seperti yang dikatakan penemuan riset sekarang ini. Tetapi ia berbentuk sepenuhnya otak manusia.” Kami kembali menekankan pernyataan lain yang dibuat oleh Mr. Li Hongzhi, bahwa, “. . . Sebagai manusia, kamu adalah seorang yang baik hanya jika kamu bisa mengikuti karakteristik alam semesta ini Zhen-Shan-Ren. Seseorang yang menyimpang dari karakteristik ini adalah orang yang sungguh-sungguh buruk.” Motto moral ini kedengaran sederhana tetapi begitu jelas, dan tidak boleh diacuhkan lagi seperti foto-foto yang dipertunjukkan oleh kristal air.

Melalui Kebaikan/Shan dapat ditimbulkan Cinta, Keindahan, Rasa Syukur, Pengertian, Murah Hati, Bantuan, Simpati dan hal-hal lainnya yang sejenis. Bukanlah kristal menunjukkan pada kita bahwa jika kita menyatu dengan prinsip-prinsip alam semesta Sejati-Baik-Sabar (Zhen-Shan-Ren), kita akan mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan yang tertinggi, jika kebalikannya, maka kita akan mendapatkan dampak yang negatif seperti kepedihan dan keburukan.

Berikutnya, mari kita memasuki dunia menakjubkan dari kristal air dengan melihat hasil dari beberapa eksperimen di bawah ini.

Air Dipertunjukkan Terhadap Bahasa yang Berbeda-beda

Dalam eksperimen-eksperimen ini, air dipertunjukkan tehadap kata-kata: “Kebijaksanaan” dan “Cinta / Terima Kasih” dalam bahasa-bahasa ; Jepang, Inggris, Yunani dan Jerman. Air yang dipakai adalah air suling dengan standard yang sama. Sebagai hasil, kristal yang terbentuk memberikan bentukan yang sama terlepas dari perbedaan bahasa.

D-1

D-2

D-3

Foto D-1 Kristal setelah membaca kata “Kebijaksanaan” dlm bahasa Jepang
, Foto D-2 Kristal setelah membaca kata “Kebijaksanaan” dlm bahasa Inggris
, Foto D-3 Kristal setelah membaca kata “Kebijaksanaan” dlm bahasa Jerman.

Semuanya berbentuk sama. Lubang ditengahnya juga sama.

D-4
D-5
D-6

Foto D-4 Kristal setelah membaca kata “Alam Semesta” dlm bahasa Jepang
, Foto D-5 Kristal setelah membaca kata “Alam Semesta” dlm bahasa Inggris
, Foto D-6 Kristal setelah membaca kata “Alam Semesta” dlm bahasa Yunani.

D-7

D-8

D-9

Foto D-7 Kristal setelah membaca kata “Cinta/Terima kasih” dlm bahasa Inggris
, Foto D-8 Kristal setelah membaca kata “Cinta/Terima kasih” dlm bahasa Jepang
, Foto D-9 Kristal setelah membaca kata “Cinta/Terima kasih” dlm bahasa Jerman.

Mr. Li menyatakan dalam Zhuan Falun, “Pikiran yang dikeluarkan oleh otak manusia merupakan substansi.” Dia dengan jelas menunjukkan bahwa “Pesan-pesan yang sebenarnya dari otak manusia bukanlah karena fungsi dari otak itu sendiri, tidak dikeluarkan oleh otak, tetapi oleh Kesadaran/ Jiwa-Utama seseorang . . . Jika tubuh manusia tidak mempunyai Jiwa-Utama dan hal-hal seperti temperamen, karakter, dan sifat, ia hanyalah sepotong daging dan bukanlah manusia seutuhnya dengan karakter. Maka fungsi apa yang dimiliki otak manusia ? Menurut saya, dalam dimensi fisik ini, otak manusia hanyalah pabrik pemproses. Pesan sebenarnya dikirimkan oleh Jiwa-Utama. Apa yang dipancarkan bukanlah bahasa, tetapi sebuah pesan alam semesta yang mewakili arti-arti tertentu. Ketika menerima perintah ini, otak kita akan memprosesnya menjadi bahasa manusia atau bentukan ekspresi lainnya seperti; gerakan tangan, kontak mata, dan gerakan tubuh lainnya. Otak hanya mempunyai efek ini. Perintah dan pikiran yang sebenarnya datang dari Jiwa-Utama seseorang.” Kristal-air dengan jelas menunjukkan bahwa walaupun sebuah kata yang mempunyai arti sama ditulis dalam bahasa yang berbeda, yang tertangkap adalah esensi dari kata itu yang juga hidup, dan oleh karenanya air dapat secara alami merefleksikan kata tersebut dalam bentuk yang sama.

Dr. Emoto menulis dalam kesimpulan dari laporannya, “Mengevaluasi air dengan mengambil foto-foto dari kristal-air adalah pendekatan baru yang datang dari sudut pandang yang sungguh berbeda daripada analisa ilmu pengetahuan secara konvensional dan metode evaluasi yang umumnya dilakukan. Apa yang kita pelajari dari eksperimen-eksperimen ini adalah bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang air. Lebih banyak pertanyaan dan isu-isu semakin bertumpuk.”

Kemudian dia bertanya dengan tajam, “Apakah air datang dari alam semesta ?” Kemudian dia jawab sendiri dengan tegas, “Mari bertanya tentang air yang ada di bumi. Mengapa air eksis ? Asal mula air selalu seperti terbungkus rahasia. Dengan kemajuan penelitian ruang angkasa, telah dikonfirmasikan bahwa air ada di Mars. Kita mulai mengerti bahwa air tidak hanya ada di bumi tetapi eksis di seluruh ruang angkasa.” “Semua orang tahu bahwa kehidupan tidak bisa muncul tanpa air. Jika asal mula kehidupan berasal dari ruang angkasa, air dari ruang angkasa, maka kita bisa menduga bahwa manusia adalah makhluk ruang angkasa.” “Jika kenyataan ini benar, maka asal mula kehidupan manusia dari Teori Evolusi Darwin dan teori lainnya tentang bumi dan sejarah kehidupannya mungkin bisa ada perubahan.” “Ruang alam semesta terlalu mahabesar bagi manusia, dan keberadaannya tidak terbayangkan. Kebenaran dari materi, dengan meneliti air lebih lanjut, kita mungkin bisa lebih mengerti tentang alam semesta. Pikiran ini sangatlah menarik.”

Dalam suatu kesempatan tanya jawab dengan Mr. Li Hongzhi, dia menjawab pertanyaan tentang asal mula kehidupan: “Asal mula dari materi dan kehidupan yang ada pada dimensi-dimensi yang berbeda di dalam tubuh langit kita ini. Sebenarnya, asal mula materi adalah air. Tetapi air yang merupakan asal mula alam semesta bukanlah air di bumi manusia.” “Pada tingkat yang berbeda eksis asal materi yang berbeda, bisa dikatakan air yang berbeda sebagai asal mula dari materi. Semakin tinggi tingkatnya, semakin tinggi densitas dari air tersebut. Ia membentuk partikel-partikel yang berbeda, air yang berbeda, dan kehidupan yang berbeda pada dimensi-dimensi yang berbeda.”

Air, kehidupan, ruang alam semesta dan karakteristik Sejati-Baik-Sabar: apa hubungan atau kaitan mereka ? Untuk mendapatkan jawaban yang lebih baik, saya dengan tulus mengajak anda untuk membaca tulisan-tulisan mengenai Falun Dafa.

(Zhao Yihong/Pureinsight)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s