Teori Baru Kehidupan di Mars

Wahana antariksa yang mengunjungi Planet Mars 30 tahun lalu mungkin bertemu dengan makhluk hidup di Mars namun secara tidak sengaja langsung membunuhnya. Demikian teori yang dikemukakan seorang ilmuwan dalam sebuah makalah ilmiah yang dipresentasikan beberapa waktu lalu.

“Dengan kondisi Mars yang dingin dan kering, bentuk kehidupan yang mungkin muncul di Mars memiliki cairan tubuh yang berupa campuran air dan hidrogen peroksida,” ujar Dirk Schulze-Makuch, profesor geologi dari Universitas Negeri Washington yang memaparkan teorinya dalam pertemuan Himpunan Astronomi Amerika di Seattle. Hal tersebut dimungkinkan sebab larutan air dan hidrogen peroksida tetap cair meski pada suhu di bawah titik beku, tidak merusak dinding sel, dan dapat menarik uap air di udara sekecil apapun.

Namun, menurut Schulze-Makuch, percobaan-percobaan yang dilakukan wahana Viking mustahil dapat menemukan bentuk kehidupan yang dimaksud. Sebaliknya, secara teori justru akan membunuh makhluk yang memiliki sifat seperti itu jika menemuinya.

Ia mengatakan, pada salah satu percobaan, wahana Viking menuangkan air ke tanah. Hal ini menurutnya jusru akan menenggelamkan dan melarutkan sel-sel hidup yang berisi larutan air dan hidrogen peroksida. Percobaan lain yang memanaskan tanah Mars juga justru membakar bentuk kehidupan seperti itu.

“Masalahnya saat itu belum banyak informasi mengenai lingkungan di Mars,” ujar Schulze-Makuch. Padahal, bentuk adaptasi seperti ini, lanjutnya, masuk akal dilihat dari sudut pandang biokimia. Ada salah satu makhluk hidup di Bumi yang punya kemampuan tersebut yakni kutu busuk. Hewan ini akan menyemprotkan cairan hangat yang berisi larutan hidrogen peroskida 25 persen sebagai alat pertahanannya.

Schulze-Makuch mengakui tidak dapat menujukkan fakta kehidupan di Mars saat ini. Namun, melihat lingkungan Mars dan bagaimana evolusi bekerja, kehidupan di Mars mungkin saja ada. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan kehidupan di Bumi yang tahan pada kondisi ekstrim, misalnya cairan yang sangat asam atau danau yang sangat dingin di Antartika.

Namun, pendapat Schulze-Makuch ditentang Mitch Sogin, astrobiolog dari Laboratorium Biologi Lautan Woods Hole, Massachusetts dan Chris McKay, peneliti NASA yang telihat dalam misi Phoenix yang akan diluncurkan NASA ke Mars. Sogin, yang juga salah satu anggota Dewan Riset Nasional AS (NRC), tidak sepakat dengan pendapat yang berdasarkan kemungkinan saja.

“Konsistensi logika menarik, tapi itu saja tidak cukup,” timpal McKay. Misi Phoenix yang akan diluncurkan pertengahan tahun ini dilengkapi sejumlah instrumen penelitian untuk membuktikan teori kehidupan di Mars. Sayangnya, instrumen yang dipakai masih berdasarkan teori kehidupan di luar Bumi yang diyakini para ilmuwan saat ini.

Teori baru yang dikemukakan Schulze-Makuch sejalan dengan kesimpulan komite ’kehidupan aneh’ yang dibentuk NRC. Komite yang menangani penelitian kehidupan di luar Bumi khawatir para ilmuwan hanya melihat dari sudut pandang Bumi saat mencari makhluk luar angkasa.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s